Makalah: PENDUDUK, MASYARAKAT DAN
KEBUDAYAAN
ILMU SOSIAL DASAR
DOSEN: JUNAEDI ABDILLAH
OLEH:
Risma Permatasari
17115744
Fakultas Sistem Informasi
Universitas Gundarma
2015
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur saya panjatkan
kehadirat Allah SWT karena atas berkat dan rahmat-Nyalah sehingga saya dapat
menyelesaikan makalah yang berjudul "Penduduk, Masyarakat dan
Kebudayaan". Tugas makalah ini dibuat guna untuk memenuhi nilai tugas
dalam mata kuliah Ilmu Sosial Dasar pada Fakultas Sistem Informasi.
Saya
menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih banyak kekurangan, oleh sebab
itu saya sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun. Akhir kata semoga
makalah ini dapat memberikan manfaat kepada kita sekalian.
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Penduduk, masyarakat dan kebudayaan adalah konsep-konsep yang berhubungan satu
sama lain. Dalam sosiologi, penduduk adalah kumpulan manusia yang menempati
wilayah geografi dan ruang tertentu. Sedangkan masyarakat merupakan kumpulan
dari penduduk. Dan yang merupakan kebudayaan adalah hasil dari masyarakat
bersosial. Jadi, hubungan antara penduduk, masyarakat dan kebudayaan merupakan
hubungan yang saling menentukan.
Di era modern ini kemajuan tekhnologi dan informasi sangat mempengaruhi pada
kehidupan sosial masyarakat. Kemajuan tekhnologi dan informasi juga
mempengaruhi aspek-aspek kehidupan dan berdampak pada penduduk, masyarakat dan
kebudayaan.
Pertumbuhan penduduk yang semakin cepat, mendorong pertumbuhan aspek-aspek
kehidupan yang meliputi aspek sosial, ekonomi, politik, kebudayaan dan
sebagainya.
1.2
Rumusan Masalah
Mengulas
tentang Penduduk, masyarakat dan kebudayaan
1. Pengertian Penduduk
2. Pengertian Masyarakat
3. Pengertian Kebudayaan
1.4
TUJUAN PERMASALAHAN
1. Agar lebih
mengetahui pengertian Penduduk, Masyarakat Dan Kebudayaan
2. Agar dapat
mempertahankan kebudaya nasional indonesia agar tidak direbut bangsa lain
3. Makalah ini
ditulis untuk memenuhi salah satu syarat dalam mengikuti mata kuliah dan
tugas Ilmu Sosial Dasar.
BAB II
PEMBAHASAN
Penduduk, Masyarakat dan kebudayaan
adalah tiga hal aspek kehidupan yang saling berkaitan. Salah satunya sangat
berkaitan dan tidak dapat dipisahkan satu sama lain karena dapat saling menentukan.
Penduduk bertempat tinggal di dalam suatu wilayah tertentu dalam waktu yang
tertentu pula dan kemungkinan akan terbentuknya suatu masyarakat dari akibat
perkumpulan penduduk tersebut. Begitu pula dengan Kebudayaan yang terlahir,
tumbuh dan berkembang dalam suatu masyarakat. Menurut Selo Soemarjidan
mengatakan bahwa Masyarakat adalah Orang-orang yang hidup bersama dan
menghasilkan kebudayaan. Jadi hubungan antara Penduduk, Masyarakat dan Budaya
merupakan hubungan yang saling menentukan.
Dalam Sosiologi penduduk adalah
perkumpulan manusia yang menempati wilayah geografi dan ruang tertentu.
Penduduk dapat didefinisikan menjadi dua yaitu Orang yang tinggal di daerah
tersebut dan Orang yang secara hukum berhak tinggal di daerah tersebut.
Maksudnya dapat di katakan penduduk suatu daerah tersebut bila memiliki surat
resmi untuk tinggal di tempat tersebut misalknya memiliki sebuah KTP (Kartu
Tanda Penduduk) untuk menjadi Penduduk resmi Negara Indonesia.
1. Penduduk
Penduduk
adalah kumpulan manusia yang menempati wilayah geografi dan ruang tertentu.
Penduduk atau warga suatu negara atau daerah bisa didefinisikan menjadi dua:
Pertama orang yang tinggal di daerah tersebut. Dan kedua orang yang secara
hukum berhak tinggal di daerah tersebut. Dengan kata lain orang yang mempunyai
surat resmi untuk tinggal di situ. Misalkan bukti kewarganegaraan sperti KTP
yang digunakan sebagai identitas WNI (Warga Negara Indonesia).
Dalam arti luas, penduduk atau populasi berarti sejumlah makhluk sejenis yang
mendiami atau menduduki tempat tertentu misalnya pohon bakau yang terdapat pada
hutan bakau, atau kera yang menempati hutan tertentu. Bahkan populasi dapat
pula dikenakan pada benda-benda sejenis yang terdapat pada suatu tempat,
misalnya kursi dalam suatu gedung sekolah. Dalam kaitannya dengan manusia, maka
pengertian penduduk adalah manusia yang mendiami dunia atau bagian-bagiannya
(Ruslan H.Prawiro, 1981 : 3).
Pertumbuhan penduduk adalah perubahan populasi sewaktu-waktu, dan dapat
dihitung sebagai perubahan dalam jumlah individu dalam sebuah populasi
menggunakan “per waktu unit” untuk pengukuran. Sebutan pertumbuhan penduduk
merujuk pada semua spesies, tapi selalu mengarah pada manusia, dan sering
digunakan secara informal untuk sebutan nilai pertumbuhan penduduk, dan
digunakan untuk merujuk pada pertumbuhan penduduk dunia.
Salah satu faktor yang mempengaruhi
pertumbuhan penduduk adalah masalah ekonomi. Maksud dari masalah ekonomi ialah
terbatasnya lapangan kerja yang ada di lingkungan masyarakat sekitar,
diantaranya ialah meningkatnya angka pengangguran, meningkatnya angka
kemiskinan, anak-anak putus sekolah, serta kejahatan timbul dimana-mana.
Berikut adalah data tabel jumlah penduduk dunia sejak tahun 1830-2006.
TAHUN
|
JUMLAH PENDUDUK
|
PERKEMBANGAN/TAHUN
|
1830
|
1 Milyard
|
1%
|
1960
|
3 Milyard
|
1,7%
|
1975
|
4 Milyard
|
2,2%
|
1987
|
5 Milyard
|
2%
|
1996
|
6 Milyard
|
2%
|
2006
|
7 Milyard
|
2%
|
Sumber : Iskandar N , Does Sampurno Masalah
Pertambahan Penduduk di Indonesia.
Banyaknya Jumlah
Penduduk Miskin Kemiskinan juga menjadi salah satu masalah yang melanda Indonesia.Walau Indonesia
bukan termasuk negara miskin menurut PBB namun dalam kenyataannya lebih dari 30
juta rakyat Indonesia hidup di bawah garis kemiskinan. Yang lebih disayangkan
lagi, Indonesia merupkan negara yang kaya akan sumber daya alam yang tersebar
dari Sabang sampai Merauke. Tapi sungguh memprihatinkan ketika meihat bagaimana
kemiskinan menjadi bagian permasalahan di negeri yang kaya ini.
Tingkat penghasilan/pendapatan suatu negara biasanya diukur dari pendapatan per kapita, yaitu jumlah pendapatan rata-rata penduduk dalam suatu negara.Dengan pendapatan perkapita yang masih rendah berakibat penduduk tidak mampu memenuhi berbagai kebutuhan hidupnya, sehingga sulit mencapai manusia yang sejahtera.Pendapatan per kapita rendah juga berakibat kemampuan membeli (daya beli) masyarakat rendah, sehingga hasil-hasil industri harus disesuaikan jenis dan harganya. Bila hasil industri terlalu mahal tidak akan terbeli oleh masyarakat. Hal ini akan mengakibatkan industri sulit berkembang dan mutu hasil industri sulit ditingkatkan.Penduduk yang mempunyai pendapatan perkapita rendah juga mengakibatkan kemampuan menabung menjadirendah.Bila kemampuan menabung rendah, pembentukan modal menjadi lambat, sehingga jalannya pembangunan menjadi tidak lancer. Negara-negara berkembang umumnya mempunyai pendapatan per kapita rendah, hal ini disebabkan oleh:
-
Pendapatan/penghasilan
negara masih rendah, walaupun Indonesia kaya sumber daya alam tetapi belum
mampu diolah semua untuk peningkatan kesejahteraan penduduk.
-
Jumlah penduduk yang
besar dan pertambahan yang cukup tinggi setiap tahunnya.
-
Tingkat teknologi
penduduk masih rendah sehingga belum mampu mengolah semua sumber daya alam yang
tersedia.
2. Masyarakat
Masyarakat
merupakan kumpulan dari penduduk yang mempunyai hubungan dan mempunyai
kepentingan untuk bersama. Menurut Koentjaraningrat masyarakat adalah kesatuan
hidup manusia yang berinteraksi menurut suatu system adat istiadat tertentu
yang bersifat kontinu,dan yang terikat oleh suatu rasa identitas bersama. Dalam
arti sempit atau arti kata masyarakat berasal dari kata bahasa Arab “syaraka”
berarti ikut serta atau berpartisipasi.
Masyarakat
dalam arti lain adalah sejumlah manusia yang merupakan satu kesatuan golongan
yang berhubungan tetap dan mempunyai kepentingan yang sama. Seperti sekolah,
keluarga,perkumpulan dan Negara semua adalah masyarakat. Dalam ilmu sosiologi
ada dua macam masyarakat, yaitu masyarakat paguyuban dan masyarakat petambayan.
Masyarakat paguyuban terdapat hubungan pribadi antara anggota- anggota yang
menimbulkan suatu ikatan batin antara mereka. Sedangkan pada masyarakat
patambayan terdapat hubungan pamrih antara anggota-anggota nya.
Dalam
Masyarakat sering diorganisasikan berdasarkan melihat dari cara bermata
pencaharian. Para pakar ilmu sosial telah mengidentifikasikan masyarakat
menjadi beberapa golongan yaitu masyarakat pemburu, masyarakat pastoral
nomadis, masyarakat bercocoktanam, dan masyarakat agrikultural intensif, yang
juga disebut masyarakat peradaban. Beberapa pakar ilmu sosial juga telah
menganggap bahwa masyarakat industri dann pasca-industri sebagai kelompok yang
terpisah dari masyarakat agrikultural tradisional.
Masalah sosial dapat dikategorikan menjadi 4 (empat)
jenis faktor, yakni antara lain :
1. Faktor
Ekonomi : Kemiskinan, pengangguran, dll.
2. Faktor
Budaya : Perceraian, kenakalan remaja, dll.
3. Faktor
Biologis : Penyakit menular, keracunan makanan, dsb.
4. Faktor
Psikologis : penyakit syaraf, aliran sesat, dsb.
Aktivitas
dari kelompok manusia dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain:
1. Kebutuhan social
2. Kebutuhan ekonomis dan politis
3. Keadaan tingkat kebudayaan penduduk
4. Keadaan lingkungan alam dan lingkungan sosialnya
1. Kebutuhan social
2. Kebutuhan ekonomis dan politis
3. Keadaan tingkat kebudayaan penduduk
4. Keadaan lingkungan alam dan lingkungan sosialnya
Kebudayaan
sebagai pengikat kehidupan bermasyarakat kebudayaan dan masyarakat adalah
ibarat dua sisi mata uang, satu sama lain tidak dapat dipisahkan. Kebudayaan
berasal dari bahasa sansekerta budaya merupakan bentuk jamak dari kata buddhi
yang berarti budi akal. Dengan demikian kebudayaan dapat diartikan sebagai
hal-hal yang bersangkutan dengan budi atau akal.
Dalam bahasa
Inggris, masyarakat disebut juga society, asal katanya socius yang berarti
kawan. Adapun kata “masyarakat” berasal dari bahasa Arab, yaitu syirik yang
artinya bergaul. Adanya saling bergaul ini tentu karena ada bentuk-bentuk
aturan hidup, yang bukan disebabkan oleh manusia sebagian perseorangan,
melainkan oleh unsur-unsur lain dalam lingkungan sosial yang merupakan
kesatuan.
Tugas
manusia sebagai anggota masyarakat;
1. Saling tolong menolong dan bantu membantu dalam kebajikan
2. Ikut meringankan beban kesengsaraan orang lain
3. Menjaga dan memelihara keamanan, ketentraman dan ketertiban lingkungan dan masyarakat
1. Saling tolong menolong dan bantu membantu dalam kebajikan
2. Ikut meringankan beban kesengsaraan orang lain
3. Menjaga dan memelihara keamanan, ketentraman dan ketertiban lingkungan dan masyarakat
4. Menghindari perkataan dan tindakan yang menyakitkan orang lain sehingga
tercipta ketergantungan yang
saling menguntungkan
Rumusan Angka Kelahiran
Dalam
demografi, istilah tingkat kelahiran atau crude birth rate (CBR) dari suatu
populasi adalah jumlah kelahiran per 1.000 orang tiap tahun. Secara matematika,
angka ini bisa dihitung dengan rumus CBR = n/((p)(1000)); di mana n adalah
jumlah kelahiran pada tahun tersebut dan p adalah jumlah populasi saat
penghitungan. Hasil penghitungan ini digabungkan dengan tingkat kematian untuk
menghasilkan angka tingkat pertumbuhan penduduk alami (alami maksudnya tidak
melibatkan angka perpindahan penduduk (migrasi). Indikator lain untuk mengukur
tingkat kehamilan yang sering dipakai: tingkat kehamilan total rata-rata jumlah
anak yang terlahir bagi tiap wanita dalam hidupnya. Secara umum, tingkat
kehamilan total adalah indikator yang lebih baik untuk tingkat kehamilan
daripada CBR, karena tidak terpengaruh oleh distribusi usia dari populasi.
Tingkat
kehamilan cenderung lebih tinggi di negara yang ekonominya kurang berkembang
dan lebih rendah di negara yang pertumbuhan ekonominya tinggi.
Pengertian Angka Kelahiran
Kelahiran adalah ekspulsi atau ekstraksi lengkap seorang
janin dari ibu tanpa memperhatikan apakah tali pusatnya telah terpotong atau
plasentanya masih berhubungan. Berat badan lahir adalah sama atau lebih 500
gram, panjang badan lahir adalah sama atau lebih 25 cm, dan usia kehamilan sama
atau lebih 20 minggu. Angka kelahiran adalah jumlah kelahiran
per 1000 penduduk.
Dinamika Penduduk
Dinamika kependudukan
adalah perubahan kependudukan untuk suatu daerah tertentu dari waktu ke waktu.
pertumbuhan penduduk akan selalu dikaitkan dengan tingkat kelahiran, kematian
dan perpindahan penduduk atau migrasi baik perpindahan ke luar maupun ke luar.
Pertumbuhan penduduk adalah peningkatan atau penurunan jumlah penduduk suatu
daerah dari waktu ke waktu.
Pertumbuhan
penduduk yang minus berarti jumlah penduduk yang ada pada suatu daerah
mengalami penurunan yang bisa disebabkan oleh banyak hal. Pertumbuhan penduduk
meningkat jika jumlah kelahiran dan perpindahan penduduk dari luar ke dalam
lebih besar dari jumlah kematian dan perpindahan penduduk dari dalam ke luar.
Fungsi
Masyarakat
Adapun fungsi masyarakat bagi kehidupan manusia
menurut Suhadi adalah:
a. Untuk
melindungi anggota masyarakat atau untuk menghindari segala penderitaan,
perpecahan, perselisihan
dan segala bentuk kejahatan yang timbulkan oleh
individu maupun kelompok yang ada dalam masyarakat
atau dari luar masyarakat
itu sendiri.
b. Untuk menyususn
kelangsungan hidup, manusia menuju tertib dan damai sesuai dengan cita-cita
warga
masyarakat yang bersangkutan yang mudah bersatu dalam mayarakat. Semakin
kuat pertahanannya
sehingga segala kepentingan keselamatan serta kebutuhan
hidupnya akan lebih terjamin.
c. Sistem
komunikasi akan lebih lancar apabila dibandingkan dalam bentuk individu, karena
masyarakat itu
dapat berbicara menggunakan bahasa, mengetahui adat istiadat.
Stabilitas pribadi akan lebih terarah dalam
bentuk positif, sehingga tujuan
dari terbentuknya masyarakat itu tercapai.
3. KEBUDAYAAN
Budaya adalah hasil dari masyarakat
bersosial. Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa
segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang
dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah
Cultural-Determinism.
Herskovits memandang kebudayaan
sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain,
yang kemudian disebut sebagai superorganic. Menurut Andreas Eppink, kebudayaan
mengandung keseluruhan pengertian nilai sosial,norma sosial, ilmu pengetahuan
serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan
lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu
masyarakat.
Menurut Edward Burnett Tylor, kebudayaan merupakan
keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan,
kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan
lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.
Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi,
kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat. Dari berbagai
definisi tersebut, dapat diperoleh pengertian mengenai kebudayaan adalah
sesuatu yang akan mempengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau
gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan
sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak.
Sedangkan
perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai
makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata,
misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial,
religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia
dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.
Keterkaitan Antara Masyarakat, Penduduk, dan
Kebudayaan
Penduduk, masyarakat dan kebudayaan
mempunyai hubungan yang erat antara satu sama lainnya. Dimana penduduk adalah
sekumpulan manusia yang menempati wilayah geografi dan ruang tertentu.
Sedangkan masyarakat merupakan sekumpulan penduduk yang saling berinteraksi
dalam suatu wilayah tertentu dan terikat oleh peraturan – peraturan yang
berlaku di dalam wilayah tersebut. Masyarakat tersebutlah yang menciptakan dan
melestarikan kebudayaan; baik yang mereka dapat dari nenek moyang mereka
ataupun kebudayaan baru yang tumbuh seiring dengan berjalannya waktu. Oleh
karena itu penduduk, masyarakat dan kebudayaan merupakan hal yang tidak dapat
dipisahkan. Kebudayaan sendiri berarti hasil karya manusia untuk melangsungkan
ataupun melengkapi kebutuhan hidupnya yang kemudian menjadi sesuatu yang
melekat dan menjadi ciri khas dari pada masyarakat.
Masyarakat dan kebudayaan terus
berkembang dari masa ke masa. Pada zaman dahulu, manusia hidup berpindah dari
suatu tempat ke tempat lainnya, masyarakat yang hidup dalam keadaan yang
seperti ini di sebut dengan masyarakat nomaden. Mereka berpindah ke tempat lain
jika bahan makanan yang ada di derah mereka telah habis. Namun, seiring dengan
waktu mereka mulai belajar untuk melestarikan daerah di mana mereka tinggal.
Mereka mulai bercocok tanam dan berternak untuk melangsungkan kehidupan mereka.
Hingga saat ini kegiatan bercocok tanam ( bertani ) menjadi ciri khusus
masyarakat Indonesia dan dengan demi kian Indonesia di sebut dengan negara
agraris, karena sebagian besar masyarakatnya berprofesi sebagai petani hingga
mereka dapat memenuhi kebutuhan pangannya sendiri.
Masyarakat
zaman dahulupun meninggalkan hasil kebudayaan yang beraneka ragam, mulai dari
peralatan, bahasa, lagu, bangunan - bangunan, hingga berbagai macam upacara
adat. Hasil kebudayan pada zaman prasejarah merupakan benda - benda tua yang
terbuat dari batu - batu alam dan tulang - tulang binatang. Alat - alat
tersebut mereka ciptakan untuk berburu binatang.
Pada zaman
purba, masyarakat mulai tumbuh dan berkembang beserta dengan tumbuhnya
peraturan - peraturan yang berlaku dan mengikat keberadaan masyarakat tersebut.
Mereka hidup di bawah pimpinan raja yang berkuasa. Mereka juga mulai mengenal
tulisan. Pada zaman ini masyarakat mulai mengenal suatu kepercayaan yang lebih
jelas jika dibandingkan dengan masyarakat yang hidup pada zaman sebelumnya.
Mereka yang dulu hidup dengan menyembah batu dan pepohonan besar kini mulai
menyembah apa yang mereka sebut sebagai Tuhan. Kepercayaan yang berkembang pada
zaman ini adalah agama Hindu dan Budha. Kedua agama ini membawa pengaruh yang
sangat besar bagi masyarakat dan kebudayaan Indonesia. Bukan hanya dari segi
kebudayaan tetapi juga dalam bentuk susunan masyarakat hingga kepada adat
istiadat, karya seni dan sastra serta bentuk bangunan. Banyak sekali karya seni
berupa lukisan, patung - patung dan candi - candi yang bercorak hindu maupun
budha yang di bangun pada zaman ini.
Zaman madya
ditandai dengan masuknya agama Islam. Agama Islam menyebar dengan cepatnya
menyebar di Indonesia. Agama Islam juga memberikan pengaruh yang cukup besar
bagi perkembangan kebudayaan di Indonesia. Islam memberikan sentuhan baru bagi
perkembangan bangunan – bangunan dan karya seni maupun sastra di Indonesia.
Zaman baru
di mulai sejak masuknya pengaruh barat ke Indonesia. Hingga saat ini zaman baru
masih berlangsung. Proses berkembangnya kebudayaanpun masih terus berlangsung.
Zaman baru membawa pengaruh dan perubahan yang besar. Mulai dari gaya hidup,
cara berpakaian, bentuk bangunan dan lain - lain. Kebudayaan yang berasal dari
luarpun tak hanya masuk, namun sebagian dari mereka bercampur dengan kebudayaan
asli Indonesia sehingga terciptalah suatu kebudayaan yang baru.
Kebudayaan
sendiri sebenarnya bergantung kepada bagaimana masyarakat itu tinggal dan
berkomunikasi dengan sesamanya. Dengan demikian setiap Negara memiliki
kebudayaan yang berbeda. Kebudayaan tidak akan pernah berhenti untuk berkembang
selama masyarakat terus berkembang dan belajar demi kelangsungan hidupnya.
BAB III
PENUTUP
A.
KESIMPULAN
Individu adalah kesatuan utuh antara
jasmani dan rohani. Setiap individu mempunyai ciri khas dan kebutuhan yang
tersendiri. Dalam memenuhi kebutuhan tersebut,setipa individu membutuhkan
individu lain. Karena itulah individu selalu hidup berkelompok membentuk
masyarakat.
Masyarakat adalah sejumlah orang yang hidup dalam suatu daerah saling
berhubungan dan terikat satu sama lain sehingga memiliki rasa solidaritas dan
menghasilkan kebudayaan.
Setiap individu dalam masyarakat mempunyai peran dan kedudukan yang berbeda.
Setiap individu diharapkan dapat berperan sesuai dengan kedudukannya sehingga
tercipta ketertiban,kenyamanan,kesetabilan hidup bermasyarakat,yang akhirnya
tujuan bersama dapat tercapai.
B.
Saran
Demikianlah
tugas penyusunan makalah ini saya persembahkan. Harapan saya dengan adanya
tulisan ini bisa menjadikan kita untuk lebih menyadari bahwa agama Islam
memiliki khazanah keilmuan yang sangat dalam untuk mengembangkan potensi yang
ada di alam ini dan merupakan langkah awal untuk membuka cakrawala keilmuan
kita, agar kita menjadi seorang muslim yang bijak sekaligus intelek. Serta
dengan harapan dapat bermanfaat dan bisa difahami oleh para pembaca. Kritik dan
saran sangat kami harapkan dari para pembaca, khususnya dari Para Dosen yang
telah membimbing saya dan para Mahasiswa demi kesempurnaan makalah ini. Apabila
ada kekurangan dalam penyusunan makalah ini, saya mohon maaf.
DAFTAR
PUSTAKA
https://desiyunita0628.wordpress.com/2015/02/17/makalah-ilmu-sosial-dan-budaya-dasar-tentang-penduduk-masyarakat-dan-kebudayaan/